PINTAR DENGAN MIMPI

18 Feb

Apa sih TIDUR ?

Tidur merupakan keadaan tidak sadar yang relatif lebih responsif terhadap rangsangan internal. Perbedaan tidur dengan keadaan tidak sadar lainnya adalah pada keadaan tidur siklusnya dapat diprediksi dan kurang respons terhadap rangsangan eksternal. Otak berangsur-angsur menjadi kurang responsif terhadap rangsang visual, auditori dan rangsangan lingkungan lainnya. Tidur dianggap sebagai keadaan pasif yang dimulai dari input sensoric walaupun mekanisme inisiasi aktif juga mempengaruhi keadaan tidur. Faktor homeostatik (faktor S) maupun faktor sirkadian (faktor C) juga berinteraksi untuk menentukan waktu dan kualitas tidur.

Tidur memiliki dua tipe. Pertama, tidur gelombang lambat yaitu tidur nyenyak yang terjadi pada jam-jam pertama sesudah terjaga sebelumnya. Tidur tipe ini, aktivitas yang terjadi pada otak sangat kuat dan frekuensinya sangat rendah. Sedangkan yang kedua, tidur REM (Rapid Eye Movement) yaitu tidur yang mengaktifkan pergerakan mata dengan cepat meskipun orang tetap tertidur, dan tidur ini terjadi pada episode-episode tertentu serta hanya meliputi 25% dari seluruh masa tidur.

Mimpi. Pada dasarnya mimpi terjadi pada kedua tipe tidur tersebut, tetapi mimpi yang terjadi memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan antara mimpi-mimpi yang timbul sewaktu tidur gelombang lambat dan mimpi pada tidur REM adalah bahwa mimpi yang timbul pada tahap tidur REM lebih sering melibatkan aktifitas otot dan menghasilkan mimpi yang sangat aktif. Sedangkan mimpi yang terjadi pada tipe tidur gelombang lambat, biasanya tidak dapat diingat dan juga menghasilkan mimpi buruk. Maka dari itu, karena mimpi pada tidur tipe gelombang lambat tidak dapat diingat, sering dikatakan tipe gelombang lambat disebut “TIDUR TANPA MIMPI”.

Tidur memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi tidur adalah restorative (memperbaiki) kembali organ – organ tubuh. Kegiatan memperbaiki kembali tersebut berbeda saat Rapid Eye Movement (REM) dan Nonrapid Eye Movement (NREM) atau tipe tidur gelombang lambat. Nonrapid Eye Movement akan mempengaruhi proses anabolik dan sintesis makromolekul ribonukleic acid (RNA). Rapid Eye Movement akan mempengaruhi pembentukan hubungan baru pada korteks dan sistem neuroendokrin yang menuju otak. Selain fungsi di atas, tidur dapat juga digunakan sebagai tanda terdapatnya kelainan pada tubuh yaitu terdapatnya gangguan tidur yang menjadi peringatan dini keadaan patologis yang terjadi di tubuh.

 

Hubungan TIDUR vs Kecerdasan Otak

Dari semua penjelasan diatas terjadi hubungan yang dapat disimpulkan antara Mimpi dan Proses Kecerdasan Otak. Mimpi yang terjadi pada tipe tidur REM lebih memiliki hubungan erat dengan kecerdasan otak. Karena tidak hanya mengaktifkan seluruh otot tubuh, tetapi juga pada saat tidur REM aktifitas yang terjadi pada otak sangat aktif, dan metabolisme di seluruh otak meningkat sebanyak 20%. Namun, aktifitas otak tidak disalurkan ke arah yang sesuai agar orang itu siaga penuh terhadap keadaan sekelilingnya sehingga, menyebabkan orang tersebut tetap tertidur. Serta, kesimpulan juga didapat dari fungsi tidur REM yaitu terjadinya pemulihan pada korteks yang memang fungsi utamanya adalah mengatur pikiran, memori, dan bahasa.

 

Fakta dan Realita

Mimpi yang dapat mencerdaskan otak sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikiatris Sara Mednick. Mednick mengungkapkan, “bahwa tidur dan bermimpi yang melibatkan REM (Rapid Eye Movement) dapat membuat seseorang lebih pintar, meningkatkan ketajaman memory dan menambah kreatifitas.” Mednick menguji sekelompok responden dengan tes analogi kata. Misalnya untuk jawaban keripik : asin, sementara permen : . . ., (manis). Saat jeda sambil menunggu sesi berikut, sambil diawasi, para responden dipersilahkan untuk tidur. Sebagian menunjukkan tidur dengan REM, tanpa REM dan sebagian sama sekali tidak tidur.

Di sesi kedua, peserta yang tertidur dengan REM menunjukan perbaikan perolehan nilai sebesar 40 persen. Sisanya, kata Mednick, termasuk yang tidur tapi tanpa REM, tidak menunjukan peningkatan berarti. “Dari percobaan ini kita mengetahui bahwa tidur dengan REM membantu meningkatkan kemampuan partisipan dalam melihat koneksi antar hal-hal yang nampaknya tidak berhubungan,” tutur Mednick.

Sementara Mednick juga melakukan tes kedua dan ketiga yang berfungsi menguji ingatan para partisipan. Hasil dari sesi ini menunjukkan bahwa tidur dengan REM berperan dalam membantu orang-orang mengikat memori (berupa rangkaian kata) dari tes sebelumnya dan menggunakannya dalam konteks yang berbeda-beda.

Di penelitian terpisah, ilmuwan Universitas Harvard menyimpulkan bahwa tidur nyenyak membantu seseorang berimajinasi dan merencanakan masa depan dengan lebih baik. “Saat membayangkan kejadian di masa mendatang, kita mengkombinasikan berbagai aspek pengalaman yang sudah terjadi,” tutur Daniel Schacter, seorang psikolog dari universitas tersebut. Menurutnya, area di otak yang menangani memori, seperti hippocampus, meningkatkan aktivitas saat seseorang ditanya tentang bayangan masa depannya (interactive brain map).

 

References :

  1. Arif Riadi Arifin, Ratnawati, dan Erlina Burhan. Fisiologi Tidur dan Pernapasan. Jakarta : Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI – SMF Paru RSUP Persahabatan (File PDF)
  2. Arthur C. Guyton, MD, dan John E. Hall, PhD. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN, edisi 11. Jakarta : EGC
  3. Unduh dari : www.kesehatan-liputan6sctv.com (20 Agustus 2010, 17:19)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: