BUAH TANGAN UNTUK BUYUT (Konsep Pola Tidur dalam Mencegah, Mengurangi dan Mengendalikan Penyakit Alzheimer)

21 Nov

Apa sih definisi TIDUR secara fisik dan ilmiah ?

Secara fisik, tidur adalah kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel, organ-organ, dan sistem kerja tubuh agar bekerja lebih prima. Sedangkan secara ilmiah (berdasarkan Ilmu Kedokteran), didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau rangsang lainnya. Dilihat dari kedua definisi tersebut dapat diketahui, bahwa tidur merupakan proses yang paling penting bagi tubuh yang tidak bisa digantikan begitu saja.

Tidur memiliki kaitan yang erat dengan persarafan yang terjadi di otak. Otak merupakan organ yang sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia. Betapa tidak, didalam otak terkandung 100 miliar saraf yang terhubung dengan 10.000 saraf lainnya, salah satu diantaranya yaitu sistem saraf pusat. Otak memiliki fungsi sebagai pengatur gerakan dan proses homeostasis (keseimbangan) yang terjadi dalam tubuh. Otak juga mengkordinir seluruh perilaku yang dilakukan oleh manusia seperti emosi yang dikeluarkan, serta segala bentuk yang berhubungan dengan pembelajaran seperti menghitung, berbahasa, dan mengingat. Maka dari itu, ketepatan pola tidur dan keseimbangan waktu yang dibutuhkan untuk tidur harus benar-benar dijaga.

Betapa banyak orang yang harus mengeluarkan materi jutaan hanya untuk mendapatkan aktivitas tidur. Karena itu orang yang dapat tidur nyenyak tanpa gangguan apapun, merupakan nikmat besar yang harus disyukuri. Namun tidak selamanya tidur memiliki manfaat jika dilakukan secara sembarangan. Justru banyak masalah timbul diakibatkan aktivitas tidur yang tidak tepat. Banyak masyarakat umum yang meremehkan pola tidur yang tepat dan seimbang dalam kehidupannya sehari-hari, bagi mereka kurang tidur adalah kebanggaan tersendiri dalam hidup untuk mencapai kesuksesan. Tapi sebenarnya sangkaan tersebut sangat fatal jika kebiasaan kurang tidur dilakukan sepanjang hari. Menurut Dr. Chris Drake, peneliti senior Henry Ford Hospital Sleep Disorders and Research di Detroit sebagaimana dikutip Health Day News mengatakan, “Seseorang yang tidur hanya enam jam atau kurang akan mengalami banyak masalah”. Bahkan kekurangan tidur juga mengakibatkan penyakit bagi kesehatan dan mengganggu kejiwaan pelakunya.

Keadaan tidur menyebabkan timbulnya dua macam efek fisiologis utama : pertama, efek pada sistem sarafnya sendiri, dan kedua, efek pada sistem fungsional tubuh lainnya. Contoh efek yang ditimbulkan tidur pada sistem saraf, khususnya sistem saraf pusat yaitu korteks jika kekurangan tidur adalah timbulnya gangguan proses berpikir yang progresif, dan kadang-kadang bahkan menyebabkan aktivitas perilaku yang abnormal. Karena selama tidur, korteks (bagian otak yang antara lain mengatur pikiran, memori, dan bahasa) melepaskan diri dari pancaindera dan mengalami pemulihan. Semakin banyak membutuhkan pemulihan, maka semakin banyak pula membutuhkan tidur. Hal ini tampaknya seperti “pulih asal” (“rezeroing”) pada sebuah komputer yang aktivitas listriknya analog dengan otak, yang dipakai terus menerus secara bertahap akan kehilangan “base line” kerjanya. Sedangkan, salah satu contoh efek yang ditimbulkan pada sistem fungsional tubuh lainnya jika kekurangan tidur adalah mudahnya seseorang mengalami serangan jantung dan stroke, karena pada saat kurang tidur berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah.

 

 

Kekurangan Tidur vs Penyakit Alzheimer

Sebelum mengetahui apa hubungan dari keduanya, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu Penyakit Alzheimer ?

Alzheimer atau disebut juga kepikunan merupakan suatu gangguan fungsi saraf otak yang kompleks dan tidak dapat balik yang dicirikan dengan kemerosotan secara perlahan dari ingatan, penalaran, bahasa, dan fungsi fisik (Santrock, 1995). Alzheimer paling banyak timbul terutama pada orang berusia 65 tahun ke atas. Penyakit ini tidak termasuk penyakit yang dapat menular, tetapi Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian, dan tingkah laku yang tidak terkendali. Maka dari itu, seseorang yang menderita penyakit Alzheimer membutuhkan seorang perawat untuk mengurus semua kebutuhannya.

Ada 10 gejala yang ditentukan oleh Alzheimer Disease and Related Disorders Association yang sering muncul pada penderita, yaitu :

  1. Hilang ingatan
  2. Sulit untuk mengerjakan tugas yang familiar
  3. Bermasalah dengan bahasa,
  4. Disorientasi waktu dan tempat
  5. Lemah atau kurang baik dalam mengambil keputusan
  6. Bermasalah dengan pemikiran abstrak
  7. Salah menempatkan segala sesuatu
  8. Perubahan mood atau tingkah laku
  9. Perubahan kpribadian
  10. Kehilangan inisiatif

 

Semua gejala yang terjadi pada penderita Alzheimer tersebut terjadi, karena adanya kerusakan pada sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri dari otak (enchepalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Dalam hal ini, sistem saraf pusat yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer yang juga sesuai dengan definisi diatas adalah otak. Hubungan yang terjadi dengan kurang tidur yaitu bahwa ketika kurang tidur dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan pada saraf-saraf otak. Padahal pada konsep yang seharusnya, otak diharuskan mendapatkan proses pemulihan seperti penjelasan diatas. Maka dari itu, ketika kerusakan saraf-saraf otak terjadi maka akan mudah mengakibatkan penyakit sistem saraf pusat salah satunya yaitu penyakit Alzheimer. Bagian-bagian otak yang mengalami kerusakan pada penderita Alzheimer yaitu korteks serebi, hipokampus, ganglia basalis, talamus, dan bahkan serebelum. Dari kerusakan itulah timbul berbagai macam gejala yang telah disebutkan diatas tadi.

Maka dari itu, solusi untuk mencegah, mengendalikan, dan mengurangi penyakit Alzheimer yaitu dengan melaksanakan pola tidur yang tepat dan seimbang agar terhasil tidur yang nyenyak dan terhindar dari kurang tidur yang berlebihan agar menghasilkan proses pemulihan bagi otak. Kini timbul pertanyaan, bagaimana menciptakan pola tidur yang tepat dan seimbang ?

 

Konsep Pola Tidur Tepat dan Seimbang

Untuk sehat, bukan berarti mengharuskan tubuh kita untuk mengkonsumsi obat-obatan. Tapi tahukah Anda, ada salah satu resep selain obat yang sangat mujarab untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyakit Alzheimer. Jawabannya adalah TIDUR dengan konsep yang tepat dan seimbang. Konsep pola tidur tepat dan seimbang adalah solusi utama yang paling tepat untuk mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyakit Alzheimer, baik bagi penderita atau seseorang yang belum terserang. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa TIDUR dan penyakit Alzheimer memiliki kaitan yang sangat erat dari segi kesehatan otak.

Keseimbangan pola tidur dapat dilakukan dengan memperoleh waktu tidur malam dan siang. Menurut para ahli, keseimbangan pola tidur terhasil jika seseorang mendapatkan waktu tidur malam sebanyak 7-8 jam/hari. Namun, waktu ini pun masih relatif, sebab ada orang yang membutuhkan tidur pada malam hari hanya 6 jam. Untuk mengetahui berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan dalam sehari, kita harus berusaha memahami keinginan tubuh untuk mendapatkan istirahat cukup. Keseimbangan waktu tidur malam menurut suatu penelitian di Swiss, bahwa tidur malam dapat memperkuat hubungan antar sel-sel saraf, dimana pada otak terjadi proses belajar dan mengingat.

Selain keseimbangan waktu tidur malam, tidur siang juga sangat baik bagi  kesehatan otak. Menurut suatu penelitian yang dilakukan di AS, tidur siang selama 30 menit atau satu jam pada siang hari akan menjaga stamina kesehatan fisik dan mental. Tidur siang juga dapat mengaktifkan otak untuk selalu menyimpan informasi secara cepat, meningkatkan kewaspadaan, produktivitas, dan suasana hati.

Selain dengan keseimbangan waktu pola tidur, ketepatan pola tidur juga sangat berpengaruh bagi kenyenyakan tidur sehingga bedampak positif bagi kesehatan otak. Ketepatan pola tidur dapat terhasil dengan beberapa cara, yaitu :

1. Perhatikan Udara Sekitar

Udara sangat berperan bagi kesehatan sistem pernapasan, ketika tidur sistem pernapasan adalah sistem yang terpenting yang dibutuhkan saat tidur. Maka dari itu, kamar harus mendapatkan kategori sebagai kamar sehat. Kamar sehat adalah kamar yang memiliki jendela yang cukup. Setiap pagi sebaiknya jendela kamar dibuka agar sirkulasi udara di dalam kamar menjadi lancar. Kelancaran sirkulasi udara amat diperlukan.

Biasakan membuka jendela di pagi hari, untuk penggantian udara dalam ruang dengan udara segar yang baik untuk kesehatan. Agar cahaya matahari bisa menyelinap ke kamar, buka tirai sebelum tidur malam. Jadi begitu matahari terbit, cahayanya masuk dan memberi tanda bahwa sudah waktunya untuk bangun.

 

2. Tenangkan Diri

Tidur adalah tempat untuk mengistirahatkan tubuh dan otak. Saat tidur kita membutuhkan ketenangan untuk mendapatkan kenyenyakan tidur. Hilangkan semua konflik yang telah terjadi sebelum melakukan tidur, karena jika otak selalu terbebani dengan konflik tentu saja akan menimbulkan depresi yang semakin kuat dan ketenteraman juga semakin sulit diraih. Menutup mata sebentar atau tarik napas beberapa kali sangat berguna untuk menetralisasi kegelisahan yang melanda.

 

3. Waspada Telivisi

Saat ini tayangan telivisi sangat berperan penting bagi ketenangan tidur. Karena ketika tayangan televisi benar-benar melekat di otak, otak akan mengelolahnya menjadi sebuah memori yang akan diaktifkan kembali pada saat tidur dalam sebuah mimpi dan pada akhirnyan akan mengganggu kenyenyakan tidur. Maka dari itu, gunakan televisi se-efektif mungkin dengan memilih tayangan yang tidak ada pengaruhnya terhadap kenyenyakan tidur, kurangi jam menonton saat akan beranjak tidur atau lebih baik jangan meletakkan televisi di dalam ruang tidur.

 

4. Cek Kenyamanan Ruang Tidur

Ketidak nyamanan tidur adakalanya terjadi dari faktor eksternal seperti ruangan yang tidak enak dilihat mata. Penataan ruang tidur sangat berperan penting bagi kenyamanan tidur, karena penataan ruang tidur yang kuarang baik akan menciptakan masalah tidur. Maka dari itu, tata ruang tidur sesuai faktor terpenting dari ruang tidur dan kesesuaian orang yang menempati ruang tidur itu sendiri. Misalnya, ruang tidur untuk anak-anak lebih diarahkan pada suasana kamar yang ceria sehingga akan mengaktifkan imajinasi otak pada anak.

Kenyamanan tidur juga dapat diperolah dengan selalu membersikan kamar tidur dan semua yang ada di dalamnya. Dalam ilmu kesehatan, kebersihan tidur bukan hanya sekedar sprei bersih, melainkan kondisi yang akan membantu kita menciptakan atmosfir “istirahat aman” sehingga bisa tidur nyenyak dan terbangun dengan tubuh segar bugar.

 

5. Olahraga sebagai Relaksasi

Gaya hidup sehat sangat dianjurkan agar mudah mendapatkan tidur berkualitas, di antaranya dengan berolahraga. Olahraga untuk mendapatkan aktifitas tidur yang baik tidak harus mengeluarkan keringat, tetapi cukup hanya jalan kaki. Jalan kaki dapat mengaktifkan kinerja jantung yang sangat baik untuk meregangkan tubuh dan membuat rileks. Kegiatan olahraga juga ampuh membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Dengan begitu, otak akan mendapatkan suplai oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Sehingga bisa membuat kualitas tidur lebih baik. Olahraga paling baik dilakukan pada pagi hari. Olahraga inilah yang dapat menghasilkan kenyenyakan tidur.

 

6. Tidur Tepat Waktu

Dalam hal ini, disipilin dalam waktu tidur memang perlu diterapkan seawal mungkin agar tidak menjadi sebuah kebiasaan yang berakibat pada peremehan jadwal tidur. Menurut Prof. Howard Friedman yang terlibat dalam penelitian tim Universitas California mengatakan, “orang yang terbiasa dengan pola hidup teratur dan disiplin tidak hanya memiliki kesehatan yang prima tetapi juga memiliki pekerjaan dan pernikahan yang stabil. Dengan karakter disiplin dan sifat teratur yang dimilikinya, umumnya kehidupan mereka lebih baik, jarang mengalami stress.” Jadi pastikan untuk selalu tidur tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

 

7. Jangan Makan Berlebihan

Dengan mengkonsumsi makanan, berarti membuat sistem pencernaan aktif bekerja saat organ tubuh sudah siap untuk beristirahat (tidur). Kegelisahan yang ditimbulkan oleh kelebihan ekstrakalori di malam hari, dapat memperburuk sistem saraf. Maka dari itu, menjaga pola makan sangat berperan penting untuk menjaga kenyamanan tidur karena jika makan berlebihan beberapa jam sebelum tidur akan menggangu kenyenyakan tidur dan akhirnya membuat kegelisahan.

8. Batasi Berponsel

Pada suatu penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wayne State University di Detroit, Amerika Serikat dan Karolinska Institute di Swedia, menyebutkan bahwa menggunakan ponsel menjelang tidur akan mengurangi kualitas tidur. Sakit kepala, rasa lelah saat bangun tidur serta insomnia adalah efek dari menggunakan ponsel menjelang tidur. Penggunaan ponsel juga sebenarnya mempengaruhi perubahan spesifik pada bagian otak yang mengatur sistem penanganan stress. Tidak hanya dapat menimbulkan stress tetapi juga dapat membuat sikap menjadi lebih agresif dan cepat emosi. Maka dari itu, solusi yang tepat untuk menghindarinya yaitu dengan mematikan ponsel menjelang waktu tidur.

Keseimbangan dan pola tidur yang tepat tersebutlah yang dapat mengoptimalkan kinerja saraf-saraf otak sehingga dapat mencegah, mengurangi, dan mengendalikan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak, salah satunya yaitu penyakit Alzheimer. Maka dari itu, mengubah pola tidur menjadi pola tidur yang tepat dan seimbang adalah suatu pola hidup yang harus dilakukan oleh setiap individu.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Riadi, Arif, dkk. 2010. Fisiologi Tidur dan Pernapasan, File PDF. Jakarta:

Departemen Pumonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI

Corwin, J, Elizabeth. 2009. Buku Saku PATOFISIOLOGI. Jakarta : EGC

Hasan, F, Abdillah. 2010. The Power of Tidur. Jakarta : PT. Buku Kita

Guyton, C, Arthur, dan Hall, E, John. 2009. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN, edisi 11. Jakarta : EGC

 

Unduh :

Artikel dari www.wikipedia.org/alzheimer/. Selasa, 21-09-2010, 15:00 WIB

Blog dari www.Day’sBlog.wordpress.com. Sabtu, 25-09-2010, 20:00 WIB

2 Tanggapan to “BUAH TANGAN UNTUK BUYUT (Konsep Pola Tidur dalam Mencegah, Mengurangi dan Mengendalikan Penyakit Alzheimer)”

  1. hadi winarno Februari 24, 2011 pada 4:56 pm #

    Muantabs……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: