SEHAT ALA RASULULLAH DENGAN BAWANG MERAH

21 Jul

Bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) adalah nama tanaman dari familia Alliaceae dan nama dari umbi yang dihasilkan. Umbi dari tanaman bawang merah merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang merah adalah tanaman semusim dan memiliki umbi berlapis, tanaman yang mempunyai akar serabut dengan daun berbentuk silindris berongga. Dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk bahan yang berubah bentuk dan fungsi. Umbi bawang merah terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Umbi bawang merah bukan merupakan umbi sejati seperti kentang atau talas. Dari berbagai daerah di Indonesia bawang merah memiliki nama yang berbeda yaitu : bawang abang mirah (Aceh), pia (Batak), bawang abang (Palembang), bawang sirah, barambang sirah, dasun merah (Minangkabau), bawang suluh ( Lampung), bawang beureum (Sunda), brambang (Jawa), bhabang mera (Madura), jasun bang, jasun mirah (Bali), lasuna mahamu, ransuna mahendeng, yantuna mopura, dansuna rundang, lasuna randang, lansuna mea, lansuna raindang (Sulawesi Utara), bawangi (Gorontalo), laisuna pilas, laisuna mpilas (Roti), kalpeo meh (Timor), bowang wulwul (Kai), kosai miha, bawa rohina (Ternate), bawa kahori (Tidore).

Meskipun bawang merah tidak memiliki kandungan gizi yang banyak. Bawang merah mengandung banyak serat seluloza yang kaya akan minyak sulfat yang mudah menguap, zat-zat karbohidrat, asam fosfat, serta vitamin B dan C. Bawang merah juga memiliki senyawa ailin (alkilsistein sulphoksida), minyak asiri, fruktosan (polisakarida 10-40%), sukrosa dan gula lain, flavonoid, dan steroid saponin. Flavon glikosida, allil propil disul-fida (APSD), dan kuersetin. Senyawa lain fitosterol, pektin, asam kumarat, asam kafeat, dan asam elagat. Umbi bawang merah juga mengandung sulfur organik (zat belerang).

Sejak zaman nenek moyang hingga saat ini bawang merah selalu digunakan sebagai bumbu dan penyedap masakan. Bahkan anjuran menggunakan bawang merah pada setiap makanan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabdanya yang diriwayatkan dari Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari Aisyah Radiallahu’anha, bahwa beliau pernah ditanya tentang bawang merah, Aisyah Radiallahu’anha pun menjawab :

ان اخر طعام اكله رسول الله صلى الله عليه وسلم طعام فيه بصل

“Sesungguhnya makanan yang paling terakhir dimakan oleh Nabi adalah makanan yang didalamnya terdapat bawang merah”

Didalam Al-Qur’an Allah SWT pun berfirman pada surat Al-Baqarah ayat 61, yang artinya :

واذا قلتم يموسى لن نصبر على طعام وحدفادع لنا ربك يخرج لناربك يخرج لنا مما تنبت الارض من بقلها وقثا ئها وفومها وعدسها وبصلها

“(Ingatlah), ketika kalian berkata, “Wahai Musa, kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Rabbmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan di bumi, sepeerti : sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.” (QS. Al-Baqarah [2] : 61)

Jika dilihat dari sejarah, bawang merah juga tidak hanya terkenal di negara Indonesia. Tetapi bawang merah sudah terkenal di berbagai negara belahan dunia, misalnnya Mesir. Orang-orang Mesir kuno telah menggunakan bawang merah ini sebagai alat untuk membantu mayat bernapas ketika mayat tersebut sudah diberikan balsem lalu disimpan didalam peti. Dahulu kala para dokter Fir’aun telah menyebutkan bahwa bawang merah memiliki kandungan gizi yang dapat menguatkan tubuh. Dari beberapa negara di dunia bawang merah memiliki nama lain dari negara tersebut yaitu Sint jansui, sjalot (Belanda), bauang pula, sibuyas tagalog (Filipina), cahang tau (H), shallot (Inggris), eschlauch (Jerman), bawang (Malaysia), echalote (Perancis), choung, chung tau (Tionghoa), horm daeng, horm lek (Thailand). Dan dalam salah satu buku karangan Ibnu Sina yang berjudul al-Qanun mengatakan “Bawang merah apabila dibuat obat gosok dan dipijatkan pada daerah terkena penyakit pada kulit, akan sangat bermanfaat. Airnya bisa mengobati luka yang kotor. Jika dihirup bersama airnya, maka akan membersihkan kepala. Tetesan bawang merah pada telinga dapat mengobati sakit kepala dan dengungan, bahkan bisa mengobati keluarnya nanah pada telinga”. Sudah sejak lama, nenek moyang di Indonesia menggunakan umbi bawang merah sebagai obat nyeri perut karena masuk angin dan penyembuhan luka atau infeksi.

Tetapi dengan seiringnya waktu, kini bawang merah dengan berbagai kandungan dan senyawa aktif yang dimilikinya dapat difungsikan sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk berbagai macam penyakit. Flavon glikosida bersifat antiradang dan antibakteri. Kuersetin berkhasiat hipoglikemik, penurun gula darah. Saponin bisa mencegah penggumpalan darah. Bawang merah berpotensi memblokir kehadiran senyawa karsinogenik, zat pencetus kanker. Senyawa organosulfur dalam umbi kemungkinan besar berperan aktif sebagai zat kemopreventif pada sel kanker. Dengan bantuan enzim alinase senyawa sistein dalam bawang merah akan berubah menjadi thiosulfinat dan plysulfida. Kedua bahan ini eksis sebagai minyak di dalam umbi dan dikenal memiliki aktivitas antidiabetes, hipoglikemik, dan hipokolesterol. Bawang merah juga memiliki khasiat melindungi hati. Jiia dilihat dari bentuk, bawang merah dapat memberikan beberapa khasiat, yaitu :

1. Minyaknya yang mudah menguap yang terkandung dalam air berguna untuk membunuh sebagian besar mikroba Stapylococci dan Streptococci yang dapat menyebabkan penyakit radang pada toraks dan kerongkongan. Dan juga dapat membunuh mikroba difteri, amuba disentri, dan TBC.

Cara membuat kompresan dari bawang merah yaitu potong-potong terlebih dahulu bawang merah menjadi beberapa potongan kecil lalu panaskan. Setelah itu, letakkan di daerah yang akan diobati, kemudian ikatlah dengan kain kasa perban. Ganti perban tersebut setelah 12 jam kemudian.

2. Uap bawang merah bisa digunakan untuk membersihkan luka dan dapat menyembuhkannya.

3. Dapat mengaktifkan gerakan lambung.

4. Mengunyah bawang merah selama beberapa menit dapat membersihkan mulut dari mikroba difteri.

5. Menghirup bau bawang merah atau memakannya dapat menyebabkan minyak yang mudah menguap yang mengandung sulfat dan dapat masuk ke dalam darah manusia dapat membunuh mikroba yang bisa menyebabkan penyakit.

6. Bawang merah juga berfungsi sebagai pengganti insulin yang dapat mengurangi kadar gula darah, karena memiliki fungsi yang sama.

7. Mengkonsumsi bawang merah metah ataupun yang sudah matang dapat meminimalisir terjadinya pembekuan darah.

8. Dapat digunakan sebagai kompres di atas dada atau punggung untuk mengobati batuk rejan, dan radang paru. Jika diletakkan di atas ginjal dan kantong kemih, bisa menyembuhkan susah buang air kecil. Jika di letakkan di atas kedua telapak kaki, maka dapat menyembuhkan gangguan pada fungsi pengaturan darah. Dan apabila diletakkan di atas luka, maka akan mengeluarkan nanah dan darah kotor.

9. Potongan-potongan bawang merah digunakan juga untuk mengobati kalu dan mata ikan pada kaki, yaitu dengan cara membubuhkan potongan-potonagn bawang di sekitar kalu atau mata ikan pada sore hari sampai pagi hari. Ulangi hal tersebut sampai kalu atau mata ikan dari kaki terlepas, lalu cuci dengan air hangat dan sabun.

10. Air bawang merah digunakan untuk pembalut pada bagian anggota tubuh yang terpotong untuk menghilangkna rasa sakit.

11. Bawang merah digunakan untuk mengobati pecah-pecah pada puting dan wasir dengan cara ditumbuk dan dididihkan dengan minyak zaitun.

12. Seduhan bawang merah dapat digunakan untuk menghilangkan cacing pada anak-anak. Caranya yaitu, seduhlah potongan-potongan bawang lalu masukkan ke dalam air dan simpan sepanjang malam, lalu siang hari minumkan kepada anak setelah dicampur dengan madu. Ulangi proses tersebut hingga cacing benar-benar keluar seluruhnya.

13. Dapat menghilangkan cacing di lambung dan mengobati wasir dengan cara membuatnya sebagai obat pencahar dari bawang merah yang telah dipanaskan sekitar ±3 menit dalam 1 L air, gunakan bawang merah yang sedang agar mudah dimasukkan ke anus.

14. Menghirup aroma bawang merah dapat mengobati rasa pusing dan pingsan.

Dilihat dari beberapa khasiat yang dimilkinya terbukti nilai bawang merah dalam dunia kedokteran sangatlah penting, dikarenakan bawang merah adalah salah satu komponen rempah-rempah di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pengganti obat generik. Alasan lain yang dapat dijadikan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk memilih bawang merah sebagai salah satu pengganti obat generik adalah semua yang berhubungan dengan bawang merah dapat bermanfaat, mudah dicari, dan murah untuk dibeli. Apalagi untuk era globalisasi ini, saat Indonesia dihadapkan pada masalah krisis moneter maka kesehatan menjadi barang yang mahal bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tidak ada seorangpun yang tidak mengkonsumsi bawang merah dalam kehidupan sehari-hari nya.

Walaupun bawang merah dapat dijadikan obat alternatif dalam mencegah berbagai penyakit, bawang merah juga mempunyai efek samping yang harus diwaspadai. Bawang merah mengandung kelembaban yang berlebihan. Karena itu bawang merah dapat menyebabkan migraine, memusingkan kepala, mengakibatkan gas, dan menggelapkan penglihatan. Apabila bawang merah banyak di konsumsi oleh ibu menyusui maka akan mempengaruhi proses kelancaran dari ASI dan dapat menyebabkan bayi kolik, apalagi bila masih ASI ekslusif. Kebanyakan mengkonsumsi bawang merah akan mengakibatkan kelupaan, merusak akal, mengubah bau mulut dan napas. Tetapi semua efek samping tersebut akan lenyap bila bawang merah dimasak terlebih dahulu. Zat asid karbrid yang terkandung dalam bawang merah dapat memedihkan mata dan hidung. Biasanya mata dan hidung akan berair karena baunya yang menyengat. Bila hal ini terjadi, basuhlah tangan dengan air hangat yang telah dicampur garam (asid ammonia) atau juga bisa dengan mengunyah biji yang tidak berklorofil setiap delapan jam. Dari berbagai manfaat yang dihasilkan bawang merah, bewang merah juga dapat menimbulkan kerugian. Bawang merah adalah sebuah magnet besar untuk bakteri, terutama bawang mentah. Bawang merah tidak dapat tahan lama jika disimpan dalam keadaan terkelupas dan diiris. Hal ini tidak aman bahkan jika dimasukkan ke dalam tas zip-lock dan ke dalam kulkas.
Alasan dari hal ini yaitu karena bawang merah sudah cukup terkontaminasi hanya dengan dipotong dan dibiarkan terbuka untuk sebentar saja, sehingga hal itu dapat membahayakan.
Bawang merah menjadi sangat beracun dan berbahaya jika digunakan untuk kedua kalinya bahkan dalam satu malam. Bawang merah akan menciptakan bakteri beracun yang bisa menyebabkan infeksi lambung yang buruk dikarenakan kelebihan sekresi empedu dan bahkan keracunan makanan.

Kini masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir ketika tidak memiliki uang untuk pergi berobat. Karena mereka juga dapat mengobati dirinya dengan berbagai rempah-rempah yang biasa digunakan memasak ataupun semua tumbuhan di sekeliling mereka. Tetapi mereka juga tidak boleh sembarangan dalam menggunakannya, di karenakan segala sesuatu perlu kepada dosis yang baik dan benar.

References :

Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad as-Sayyid. 2009. Pola Makan Rasulullah. Jakarta : PT. Niaga Swadaya

Dr. H. Briliantono M. Soenarwo. 2009. Allah Sang Tabib. Jakarta : Al-Mawardi Prima

http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: