Ketika Cinta Bertasbih itu Pergi

21 Jul

hari yang sedang tidak didatangi matahari, gelap gulita seperti pada malam hari datang bersamaan menyelimuti rasa duka yang dirasakan oleh tetangga Eliza. nenek Yasya yang berusia 75 tahun meninggalkan seluruh warga dekat rumahnya dengan penuh kenangan bersambut air mata.

Eliza yang saat itu masih duduk dibangku kelas 3 SMA datang mengunjungi tetangganya yang sedang berduka dengan masih menggunakan baju putih abu-abunya, dia datang bersama Ibunya yang memang sangat dekat dengan nenek Yasya. Seluruh keluarga nenek Yasya dan warga dekat rumahnya datang mengunjunginya untuk trakhir kalinya. Dengan penuh rasa duka dan mengeluarkan setitik air mata seluruh keluarga dan beberapa warga yang lain berusaha untuk membacakan Yasiin dan mendoakan untuknya. Eliza yang saat itu tidak bisa membaca Yasiin dikarenakan sedang berhalangan, dia hanya ikut berdoa mengikuti seluruh Ibu-ibu pengajian dan duduk disamping Ibunya. Dengan bergulirnya waktu yang begitu cepat, Eliza dan Ibunya pun pulang dari rumah nenek Yasya.

Seiringnya waktu bergulir, berganti waktu dari jam ke jam. Malam pun tiba. Malam adalah waktu yang selalu digunakan Eliza untuk belajar mengulang pelajaran dan menyiapkan pelajaran untuk hari esok. Sambil bersandar dengan bangku meja belajar yang selalu digunakannya, Eliza sangat serius membaca buku Biologi yang sedang ia baca. Tapi beberapa saat kemudian bunyi telepon dirumahnya berdering lantang “kring . . . kring . . . kring . . . kring “. Eliza tidak terhiraukan dengan dering telepon dirumahnya, ia hanya serius dengan buku Biologi yang ia baca. Tetapi, ternyata dering telepon itu harus diterimanya saat Ibunya memanggilnya dan memberitahukan bahwa dering telepon itu untuknya. “Iza, telpon ni dari teman kamu”. Eliza menyahut sambil berjalan menuju tempat telepon itu “iya Mi . . .”

Eliza pun menghampiri telpon itu dan berdialog dengan teman di telponnya.

“assalamu a’laikum . . . ni siapa ya ?”

temannya bernama Zaza yang kebetulan dia adalah salah satu cucu dari nenek Yasya menjawab, “ini aku Za, Zaza”

“owh. . . Zaza, knpa Za ?”

“enggak pa pa ko Za, cuma mao kasih tau aja kalo sodara Aku ada yang suka sama Kamu”

Eliza pun kaget, “hah ? siapa ?”

Zaza menjawab, “yang waktu itu pernah ngaji bareng sama Kamu, waktu masih SD, si Jamal”

“owh . . . , terus kenapa dia ?”

“dia minta nomor Handphone Kamu”

“owh, tapi Aku ga punya Handphone”

“yaudah pake nomor temen Kamu aja dulu”

Dengan ragu-ragu ia menjawab, “eehmmmm . . ., ya udah dech besok y ! . oiya kalo ga Aku minta nomor telponnya dech nanti Aku hubungi dia besok”

Zaza pun memberitahukan nomor handphone saudaranya tesebut, “ini nomornya 089989777xx”

“yaudah, insyaAllah besok Aku hubungin dia”

Setelah berdialog panjang dengan temannya, Eliza melanjutkan belajarnya hingga larut malam. Tepat pukul 23.00 WIB ia pun bersiap-siap untuk tidur agar hari esok fresh dan bisa belajar dengan konsentrasi penuh.

tak . . . tik . . . tak . . . tik . . . suara dentang jam dinding kamar Eliza berputar dan menggantikan setiap jam menjadi jam 04.30 WIB. Suara adzan yang merdu membangunkannya, Eliza segera pergi kekamar mandi untuk sikat gigi dan berwudhu untuk mensucikan dirinya sebelum ia bersujud menghadap Allah SWT. Setelah beberapa menit ia sholat dan berdoa kepada-Nya, ia langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Ketika ia sampai di sekolah, ia langsung menghubungi Jamal, dan ia berkomunikasi banyak sambil menceritakan siapa dia sebenarnya. Ia menceritakan bahwa ia hanya wanita biasa yang selalu berbuat salah, ia menceritakan bahwa sebelum ia bertemu Jamal kembali ia baru saja bermasalah dengan kedua orang tuanya karena tidak disetujui berhubungan dengan seorang laki-laki dan akhirnya dia putus dari laki-laki tersebut. Tapi ternyata, Jamal sudah mengetahui semua tentang dirinya dan Jamal tidak menghiraukan semua cerita tentang Eliza tadi.

Setelah hari itu terjadi, Eliza dan Jamal sering berkomunikasi intens dan Jamal pun mengungkapkan alasan kenapa ia mendektinya s’lama ini melalui pesan singkat, SMS. “Za, mau ga berbagi rasa sayang atas nama Allah dengan Jamal ?”. Dengan rasa yang bingung ia pun bertanya kembali, “Jamal ga salah milih Za jadi kasih Jamal atas nama Allah ?” “ga Za, Jamal dah suka sama Za pas Jamal liat Za pas nenek Jamal meninggal”. Za membalas, “tapi kan Za, cewek biasa yang ga ada apa-apanya”.

“Za, Jamal ga pernah menghiraukan hal itu, yang terpenting buat Jamal itu Za dari keturunan yang agamis dan Za juga terlihat anak yang solehah. Gimana Za, mau jadi kasih Jamal ?”

Za pun menjawab, “ya, insyaallah Za mau jadi kasih Jamal”

Betapa bahagianya rasa Eliza yang saat itu ia rasakan, ia menemukan cinta yang mementingkan cinta karena Allah bukan karena yang lain. Akhirnya rasa itu bergulir dan Jamal pun menjadi pembimbing Eliza. Jamal adalah sosok pria yang benar-benar ia kagumi, Jamal adalah sosok pria yang tidak akan pernah ia lupakan, Jamal yang sudah membuat Eliza berubah drastis dari masa lalu Eliza yang sangat hitam, Jamal yang sudah membuat Eliza dapat menghormati penuh kedua orang tuanya, dan Jamal sosok pria pertama kali yang membuat Eliza mendengarkan nasehatnya. Suatu ketika, Eliza sedang menjalani UAS semester 1 nya. Eliza yang memang sangat terporsir saat belajar ia selalu bangun malam hanya untuk belajar, tetapi tidak tau kenapa Jamal tiba-tiba menelponnya untuk membangunkannya sholat tahajjud. Sayangnya saat itu Eliza tidak bisa tahajjud bersamanya, karena ia sedang halangan. Semua itu akhirnya menjadi kebiasaan, meskipun UAS nya Eliza sudah selesai ia dan Jamal masih tetap saling membangunkan satu sama lain untuk tahajjud bersama. Ketika Eliza kesulitan dalam memilih universitas Jamal yang memberikan arahan dan solusi yang tepat.

Bergulirnya waktu yang begitu cepat, Eliza yang sangat manja terhadap cowok yang ia cintai merasakan kalau Jamal cuek terhadapnya. Tidak lama kemudian setelah beberapa hari perasaan itu timbul, Eliza bertemu dengan Jamal di suatu swalayan terbesar di dekat rumahnya. Eliza merasa bahagia saat bertemu dengan Jamal setelah beberapa lama menjalani hubungan hanya berkomunikasi melalui SMS yang saat itu handphone yang dipegang Eliza hanya pinjeman dari temannya.Kebahagiaan yang Eliza rasakan karena saat itu Jamal begitu perhatian dan hangat dengan canda-candanya. Tetapi rasa bahagia itu hanya dirasakan beberapa hari saja, 4 hari setelah kejadian itu Jamal memberikan kabar yang membuat Eliza sedih dan tidak percaya. Tepat pada saat Eliza menerima hasil UASnya (raport), Jamal memutuskan untuk mengakhiri hubungannya. Eliza hanya bisa terdiam menahan air mata yang entah saat itu tidak bisa mengalir, ia hanya bisa merasakan ketidak percayaan nya tersebut.

Sesaat sebelum Jamal memberika kabar tersebut Jamal meminta izin kepada Eliza. “Za, Jamal mau pergi ke toko buku sama temen Jamal”

“kapan ? temennya cewek apa cowok?”

“sekarang Za, temen Jamal cewek. dia baru kelas 1 SMA tapi dia cuma temen ngaji Jamal ko, ga papa kan?”

“owh . . . yaudah ga papa”

“ciye, cemburu yaa ci enenng?”

“yalah, mana ada cewek yang ga cemburu denger cowoknya mau jalan ma cewek lain. yaudah ga papa, pergi aja asal jan pake perasaan biz pergi”

“ya neng . . . oiya Za, Jamal mau ngomong penting sama Za pi Jamal mohon Za jangan down atau apapun”

Setelah membaca pesan tersebut Eliza hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa dengan perasaan yang tidak karuan dan bertanya-tanya. “kenapa ya ? apa dia minta putus ?” hanya kata-kata itu yang dia utarakan dalam hati dan pikirannya.

“emang Jamal mau ngomong apa sich ? emang kenapa Eliza ga boleh down ?”

Engga lama kemudian handphone yang dari tadi mengirimkan pesan dan membalas pesan Jamal bergetar, dan ternyata Jamal menelpon Eliza. Jamal pun berbicara dengan suara parau dan bergetanya.

“Za, maafin Jamal. Jamal gak bisa teusin hubungan Jamal sama Za”

Eliza langsung bertanya, “kenapa ? apa alasannya ?”

“maaf Za, Jamal ga bisa karena suatu hal tapi Jamal gak bisa kasih tau ke Za”

“iya apa ?, kasih tau alasannya kenapa ?”

“Jamal punya suatu penyakit yang buat Jamal ga fokus kalo mo ibadah. anehnya sakit itu timbul kalo Jamal punya ce, waktu Jamal sama mantan Jamal juga gitu Za. Za, bisa terima kan?”

“yaudah, kalo itu alasannya. Za juga ga bisa ngelarang Jamal buat nerusin hubungan ini karena Za juga bisa berdosa karena Jamal putusin Za karena Allah”

“tapi Jamal mohon, Za jangan down ya ?”

“iya, Insyaallah”

Dengan berat hati Eliza pun menerima keputusan Jamal. Entah apa yang ia rasakan saat itu, rasanya perasaan bahagia dan sedih tidak bisa dirasakan. Tidak lama kemudian, hasil UAS nya Eliza pun dibagikan dan akhirnya hasil yang didapatkan Eliza sangat memuaskan, Eliza mendapatkan peringkat pertama. Hari itu menjadi hari yang berwarna bagi Eliza tetapi Eliza tidak bisa meraskannya. Setelah selesai pembagian raport, Eliza pun langsung pulang bersama teman-temannya. Langkahan kakinya ia rasakan seperti angin, tidak terasa apa-apa. Sedih dan bahagia tidak terasa. Tetapi ketika langkah kaki menaiki mobil angkot dan ia sudah duduk di bangku tersebut, tiba-tiba air mata Eliza tumpah tanpa ia sadari. Eliza berusaha menahannya sampai akhirnya mobil angkot tersebut sampai di depan gang rumahnya. Langkah kakinya masih sama seperti angin yang lewat begitu saja, tanpa rasa.

Rasa yang ia rasakan timbul begitu lama, hingga timbul keanehan pada diri Eliza. Eliza menjadi pendiam dan dekat dengan Allah. Eliza sadar bahwa Jamal yang telah membuat ia berubah. Saat itulah perasaan Eliza terhadap Jamal makin membuih.

Kesendirian yang ia rasakan menimbulkan suatu keanehan yang menyangkut tentang Jamal. Tiga kali suatu keanehan timbul dalam perjalanan hidupnya. Ketika ia ingin terlelap tidur, tiba-tiba hadir wajah Jamal seakan-akan ada didepannya, hal tersebut berkali-kali terjadi dalam dirinya hingga saat ia sedang berdoa setelah sholat hal itu pun terjadi. Tapi semua itu sudah tidak terjadi, karena Jamal sudah bersama wanita yang pernah mengantarkannya pergi ke toko buku dan akhirnya Cinta yang Bertasbih itu pun Pergi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: